Di jaman disruptif seperti sekarang, apapun bisa terjadi, termasuk kehilangan pekerjaan. Tak ada yang menyangka kalau brand besar sekelas Nokia dan Yahoo akan ditinggalkan oleh penggunanya. Beberapa startup asal Indonesia pun harus mengundurkan diri dari pasar Indonesia.

Lantas, apa yang terjadi dengan mereka yang menggantungkan nafkah dan pemasukan mereka dari startup tersebut? Sudah pasti mereka akan kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Seorang teman saya menjadi salah satu korbannya dan pada saat itu ia tidak memiliki cukup uang untuk menafkahi keluarganya sehingga harus berhutang. Waduh!

Belajar dari cerita diatas, tentu kita wajib menabung untuk dana darurat untuk meminimalisir resiko finansial yang diakibatkan oleh faktor darurat seperti di bawah ini:

  • Kehilangan pekerjaan
  • Perbaikan rumah (akibat bencana alam)
  • Krisis ekonomi
  • Perbaikan mobil (akibat bencana alam)
  • Melunasi hutang akibat pemasukan yang fluktuatif dan naik turun setiap bulannya.

Dimana saya harus menyimpan dana darurat?

Untuk menyiapkan dana darurat sendiri dibutuhkan media yang cocok dan sesuai dengan karakteristik dana darurat itu sendiri, seperti:

Likuiditas yang tinggi

Anda bisa menyimpan dana darurat dalam berbagi bentuk seperti emas, uang tunai, maupun rekening tabungan. Namun pastikan media yang digunakan memiliki likuiditas yang tinggi, karena ketika kita berbicara dana darurat, umumnya kita memiliki waktu yang sangat terbatas dalam melakukan pencairan uang.

Tidak dikenakan biaya bulanan

Pastikan media yang dipilih untuk menyimpan dana darurat tidak mengenakan biaya administrasi bulanan. Biaya administrasi bulanan akan menggerogoti dana darurat anda sedikit demi sedikit apabila pemilik rekening tidak mengawasi mutasi rekening tersebut.

Aman dari resiko pasar

Bila anda menyimpan dana darurat dalam rekening yang sangat berpengaruh dan bergantung pada pasar, maka bisa dipastikan bahwa dana darurat yang anda miliki belum aman. Pasar cenderung bergerak dan fluktuatif. Bila resiko darurat terjadi disaat kondisi pasar sedang turun, maka sangat mungkin kalau dana darurat anda akan berkurang jumlahnya.

BCA Tabunganku sebagai solusi dalam menabung dana darurat

Saya pribadi menggunakan produk perbankan BCA Tabunganku sebagai media penyimpanan darurat karena sesuai dengan karakteristik diatas.

BCA Tabunganku tidak mengenakan biaya administrasi bulanan kepada saya, sehingga uang yang saya setorkan tidak akan berkurang. ATM BCA yang tersebar di banyak tempat di sekitar saya membantu saya dalam melakukan penarikan uang dalam jangka waktu yang cepat.

BCA Tabunganku tidak memiliki layanan seperti Tahapan BCA seperti Internet Banking dan pembayaran secara Debit. Bagi orang yang gemar belanja dan gelap mata melihat diskon atau penawaran di toko online, BCA Tabunganku akan memaksa mereka untuk menabung.

Apakah anda tertarik untuk mulai menabung dana darurat di BCA Tabunganku?

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This