Pentingnya manajemen keuangan perlu diajarkan dan diterapkan sejak dini. Bila tidak, seseorang akan senantiasa kehabisan uangnya tanpa terkendali dan ia harus bekerja seumur hidup dalam memenuhi kebutuhan hidup serta tanggungannya. Uang seakan menjadi pedang bermata dua, di satu sisi ia mampu menyajikan hidup layak, di lain sisi ia akan memaksa anda untuk terus bekerja keras demi bertahan hidup.

Ada beberapa gaya hidup yang mungkin perlu diperbaiki sesegera mungkin ketika anda memutuskan untuk melakukan manajemen keuangan, diantaranya:

 

Membeli Kendaraan tidak sesuai dengan kemampuan.

Sebagai seseorang yang pernah tinggal di Jakarta, kemacetan dan menempuh perjalanan hingga berjam – jam untuk jarak yang sangat pendek merupakan peristiwa yang sangat lazim di ibu kota. Namun, orang – orang tetap saja lebih memilih kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum dikarenakan satu dan lain hal. Saya sendiri lebih memilih untuk mengandalkan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum untuk berpindah tempat.

Memiliki kendaraan pribadi seperti mobil dan motor merupakan preferensi masing – masing. Apakah seseorang akan membeli mobil Avanza dengan muatan 8 orang, atau Fortuner tentu menjadi hak prerogatif masing – masing. Keduanya memiliki nilai ekonomi sama, namun keduanya memiliki perbedaan harga yang lumayan jauh. Yang menjadi permasalahan ialah apakah anda mampu menanggungnya?

Tanggungan yang saya maksud termasuk pada:

  • Pajak kendaraan
  • Biaya asuransi kendaraan
  • Cicilan kendaraan
  • Tarif parkir
  • Biaya bensin
  • Biaya perawatan dan servis berkala
  • Pembuatan SIM A dan perpanjangan SIM

Yap setiap orang membutuhkan transportasi untuk berpindah tempat. Diperlukan kebijaksanaan dalam menentukan transportasi seperti apa yang dibutuhkan. Jangan sampai transportasi yang dibeli justru malah menyulitkan kehidupan anda di masa mendatang.

Percaya atau tidak, anda dapat menghemat anggaran untuk membeli mobil hingga 50% dengan membeli mobil bekas atau mobil sitaan. Bijaklah dalam memilih kendaraan yang akan dibeli.

 

Membeli rumah dengan harga diluar kemampuan

Menurut ilmu pengetahuan ekonomi yang pernah saya pelajari, rumah merupakan kebutuhan primer manusia. Secara singkat, semua orang menginginkannya dan hendak membelinya jika mampu. Namun hal ini akan berseberangan dengan opini yang beredar di masyarakat kalau Generasi Millenial dikabarkan akan sulit memiliki rumah.

Hukum permintaan dan penawaran akan berlaku. Ketika permintaan bertambah, tentu harga akan semakin meningkat.

Ketika seseorang memutuskan untuk membeli rumah, maka ia terlebih dahulu ia wajib berkomitmen dengan dirinya sendiri untuk disiplin dan tekun dalam melakukan manajemen keuangan. Ia wajib merencanakan keuangannya hingga puluhan tahun sesuai tenor yang dipilih.Sama seperti mobil, sangat tidak dianjurkan untuk membeli rumah melebihi budget yang dimiliki.

tapi kan harganya cenderung meningkat?! Mengapa saya tidak dianjurkan membeli rumah melebihi budget yang saya miliki?

Bayangkan bila anda melakukannya dari sekarang. Maka anda tidak memiliki uang lagi untuk biaya hidup dan dana darurat. Seluruh uang anda akan “tersita” membayar cicilan rumah. Dengan demikian finansial anda berada dalam resiko, rumah tangga, pernikahan dan keseharian anda akan penuh dengan PENDERITAAN selama puluhan tahun sesuai tenor yang diajukan. Please, don’t do this!

 

Menghabiskan (terlalu) banyak uang untuk hiburan

Berbeda dengan 2 poin diatas, kegiatan yang satu ini banyak dilakukan oleh rekan – rekan seusia saya saat ini. Ketika seseorang membeli mobil, maka ia menukar uangnya untuk kendaraan yang bisa ia rasakan dampaknya di masa mendatang. Begitu pula dengan rumah. Keduanya memiliki bentuk fisik yang dapat dijual kembali dan mengembalikan uang anda dalam jumlah yang fluktuatif. Namun bagaimana dengan hiburan?

Membeli hiburan memiliki dampak psikologis yang berbeda dengan membeli mobil dan rumah. Ketika anda membeli mobil atau rumah, sejumlah uang dalam jumlah besar akan mengalir keluar dari rekening anda dan berpindah tempat. Sementara ketika anda membeli hiburan, sejumlah uang dalam jumlah tak seberapa akan mengalir keluar dari rekening. Nominalnya memang tak seberapa, namun bisa jadi bahaya bila dilakukan dalam intensitas yang terlalu banyak dan sering.

 

Berhutang kartu kredit dengan jumlah berlebihan dan tidak terkendali

Kartu kredit merupakan alat pembayaran yang memudahkan penggunanya dalam bertransaksi di bervariasi merchant dan toko. Penggunaan kartu kredit yang berlebihan dapat menjadikannya seperti bumerang yang akan melukai keuangan diri sendiri.

Bila kartu kredit mengenakan bunga sebesar 3% per bulan, maka anda bisa menghitung berapa bunga yang dikenakan atas anda dalam setahun.

 

Menunda investasi

Uang dan waktu memiliki peranananya masing – masing. Asuransi bekerja untuk meminimalisir uang yang dikeluarkan dengan memaksimalkan waktu yang ada untuk membayar Premi. Anda memiliki 2 pilihan ketika anda sakit, yakni:

  • Membayar 100% ketika anda sakit atau butuh dana pendidikan,
  • Mencicil 1% ketika anda sehat.

Ketika anda berinvestasi, anda akan membutuhkan banyak sekali waktu agar hasil investasi mencapai nilai yang optimal. Ketika anda menunda investasi, maka anda sedang menyia – nyiakan waktu yang ada. Padahal waktu dibutuhkan agar uang dapat berlipat ganda.

Segera lakukan manajemen keuangan agar anda terhindar dari jebakan keuangan yang mungkin mengintai kondisi finansial setiap waktu.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This