Sebagian orang mungkin bertanya – tanya apakah mereka membutuhkan asuransi. Namun beberapa dari pembaca mungkin ada yang berpikiran seperti di bawah ini:

Faktanya tidak semua orang membutuhkan asuransi. Mungkin agen asuransi kerap kali menelepon dan memaksa seseorang untuk membeli asuransi padahal orang tersebut sama sekali tidak membutuhkan asuransi.

Berikut ini beberapa indikator dimana anda tidak membutuhkan asuransi:

 

Anda bukan merupakan tulang punggung keluarga

Saya sering bertanya – tanya kepada agen asuransi yang menjual asuransi jiwa kepada anak – anak di bawah usia dan orang tua yang membelikan asuransi jiwa kepada anak mereka:

Asuransi berfungsi untuk menggantikan penghasilan dan pemasukan ketika Tertanggung mengalami resiko kehidupan. Pada kasus diatas yang terjadi ialah orang tua menerima manfaat santunan resiko kehidupan yang terjadi atas anak. Padahal orang tua seharusnya tidak menggantungkan finansial mereka pada anak – anak.

Kecuali anda merupakan bagian dari generasi sandwich.

Jika seseorang tidak memiliki tanggungan atau tak ada orang lain yang mengandalkan hidupnya pada penghasilan anda, maka sudah bisa dipastikan bahwa anda tidak membutuhkan asuransi. Hal ini juga berlaku bagi suami istri yang melakukan pisah harta dan keduanya tidak saling menggantungkan kondisi finansial antara 1 dan yang lainnya.

Bila pembaca berencana untuk membeli asuransi kesehatan bagi anak, tentu bukan masalah karena resiko sakit penyakit bisa terjadi kepada siapa saja. Bukan tidak mungkin bila anak mengalami sakit penyakit, tabungan orangtua dan investasi serta asset yang telah dimiliki akan ambruk.

 

Anda tidak memiliki cukup uang untuk membeli asuransi

Asuransi dan perbankan merupakan lembaga bisnis yang mengandalkan uang sebagai komoditas mereka. Untuk bertransaksi dengan mereka, seseorang diwajibkan memiliki uang agar berhak menerima manfaat dan benefit yang ditawarkan. Jika anda tidak memiliki uang, maka sudah sangat jelas anda tidak membutuhkan asuransi.

 

Anda merasa tidak lagi perlu menjamin kelangsungan finansial atas tanggungan anda.

Saya sering berdiskusi dengan Martinus Faisal dalam hal perencanaan keuangan. Beliau lebih menyarankan untuk menggunakan asuransi term life yang sifatnya sementara hingga anak mencapai usia produktif. Ketika tanggungan memasuki usia produktif (25 tahun), maka ia tak lagi membutuhkan asuransi untuk menjamin kelangsungan finansial Tanggungan, sebab anak sudah seharusnya menafkahi dan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Setiap orang punya gaya dan caranya sendiri dalam menata dan mengelola keuangan. Tentukan gaya dan cara menata keuangan yang sesuai dengan kebutuhan anda.

 

Anda yang mengandalkan Tuhan mengatur segala sesuatunya sehingga anda tidak perlu berusaha

Saya sering bertemu teman – teman yang beranggapan seperti ini:

Kepercayaan dan iman merupakan urusan masing – masing. Bila saya dihadapkan kepada orang – orang seperti di atas, maka saya akan mundur perlahan dan bisa dipastikan bahwa mereka tersebut tidak (atau belum) membutuhkan asuransi.

 

Demikian beberapa poin yang bisa dibagikan dan menjadi indikator apakah anda membutuhkan asuransi atau tidak. Bila pembaca membutuhkan Financial Planner dalam membantu menata dan merencanakan keuangan keluarga, anda mungkin ingin menghubungi Martinus Faisal via Linkedin

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This