Tepat beberapa bulan silam setelah saya memperoleh lisensi AAJI, seorang teman bertanya (dengan polosnya) kepada saya:

Teman saya membayar premi Rp. 600,000 dan ia mendapat manfaat kesehatan hingga Rp. 3,000,000,000 per tahun. Emangnya perusahaan asuransi nggak rugi?

Barangkali diantara pembaca ada yang memiliki pertanyaan serupa dan menemukan jawabannya melalui artikel ini.

Bisnis asuransi tidak sama dengan Bank yang menghimpun banyak uang kemudian diputar kembali melalui produk perbankan seperti:

  • Kredit tanpa agunan (KTA),
  • Kredit pemilikan rumah (KPR),
  • Kredit kendaraan bermotor,
  • dan kredit lainnya.

Apa yang sesungguhnya dilakukan oleh Perusahaan Asuransi ialah Membagi Resiko sehingga resiko sehingga resiko yang mungkin terjadi ditanggung secara kolektif.

Dalam bidang asuransi, risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan ketidakpastian, di mana jika terjadi suatu keadaan yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan suatu kerugian. – Wikipedia

 

Apa itu asuransi?

Asuransi merupakan bisnis yang bertujuan untuk mengelola resiko nasabahnya mulai dari individu, kelompok hingga korporasi secara kolektif.

Mari berasumsi bahwa saya merupakan pemilik dari Asuransimurnicom Insurance, sebuah perusahaan asuransi yang bergerak di bidang Asuransi smartphone. Maka dalam kontrak Polis, saya akan disebut sebagai Penanggung (insurer). Saya akan berkata kepada calon nasabah saya seperti ini:

“berikan saya uang Rp. 25,000 setiap bulan. Bila handphonemu hilang, saya akan menggantinya dengan model terbaru”

Jika handphone tersebut berharga Rp. 1,000,000, maka nasabah saya sebagai Tertanggung perlu menabung 40 bulan atau mengangsur 40 bulan hanya untuk membeli handphone yang sama. Namun jika nasabah menempatkan uangnya pada saya, ia tidak perlu menunggu 40 bulan untuk mendapatkan handphone yang baru.Tentu hal ini akan menguntungkan pemilik handphone jika suatu resiko terjadi atas handphone tersebut di bulan ke 13 atau 14.

Baca juga:   Cara menghitung uang pertanggungan dalam asuransi jiwa

Bila ia menabung Rp. 25,000 setiap bulan, maka uangnya akan terkumpul sebanyak Rp. 325,000 di bulan ke 13 atau  Rp. 350,000 di bulan ke 14, sehingga ia takkan mampu mengganti handphone baru yang berdampak terputusnya komunikasi untuk sementara waktu bilamana handphone yang ia gunakan hilang pada tahun 13 atau 14.

 

Bagaimana asuransi bekerja?

Kalimat diatas merupakan contoh sederhana dari asuransi. Saya akan mempertimbangkan banyak sekali aspek mulai dari profil seseorang untuk mengukur seberapa besar resiko pemilik handphone menghilangkan produk tersebut, hingga berapa harga handphone tersebut saat ini.

Kemudian saya juga akan menimbang berapa harga handphone tersebut di pasaran, dan banyak lagi pertimbangan ekonomi lainnya. Proses kalkulasi ini akan dilakukan oleh Underwriter dan prosesnya disebut Underwriting

Selanjutnya Underwriter akan membuat Polis yang berisikan syarat, perjanjian, ketentuan, kesepakatan, serta Uang Pertanggungan yang dapat diklaim bila resiko terjadi. Polis ini akan ditandantangani oleh Penanggung dan Pemegang Polis. Pemegang Polis merupakan seseorang yang memiliki wewenang atas Polis.

Underwriter memegang peranan penting dalam menentukan apakah suatu pengajuan Polis dapat disetujui atau tidak.

Tak jarang Underwriter akan mengenakan Premi yang lebih tinggi dikarenakan beberapa faktor seperti resiko yang lebih tinggi sehingga ia harus menaikkan Premi yang dibayarkan oleh Pemegang Polis.

Jika Underwriter melihat bahwa Tertanggung merupakan orang yang cukup teliti dan awas, maka mustahil ia akan menghilangkan handphonenya. Tentu hal ini akan membuat kekayaan saya bertambah Rp. 25,000. Jika ada 10 orang atau 100 orang, maka kekayaan saya berlipat menjadi Rp. 250,000 hinggga Rp. 2,500,000. Jika harga handphone tersebut senilai Rp. 1,000,000, maka saya hanya mampu mengganti 2 buah handphone setiap bulannya.

Baca juga:   Penyebab klaim asuransi ditolak yang seringkali terlupakan oleh Pemegang Polis

Jika tidak ada handphone yang hilang dalam waktu 1 bulan, maka seluruh Premi yang disetorkan menjadi milik saya. Jika dalam 1 tahun tidak ada resiko kehilangan, maka saya akan memiliki uang Rp. 30,000,000. Selanjutnya saya akan bekerja sama dengan beberapa asset management untuk mengelola dan mengembangkan uang tersebut ke bervariasi instrumen Investasi seperti:

  • Reksadana
  • Pasar modal / saham
  • Surat utang negara / Saving Bond Retail / Government Bond
  • Properti
  • Emass

Pertanyaan: Apakah seluruh nasabah saya mungkin menghilangkan lebih dari 2 buah handphone setiap bulan?

Pertanyaan diatas merupakan salah satu contoh resiko yang harus dikendalikan oleh Penanggung. Semakin banyak resiko yang dikelola, maka akan semakin rendah Premi yang ditagihkan oleh Penanggung kepada Pemegang Polis.

Bagimana? Apakah sekarang anda telah mengetahui bagaimana Perusahaan Asuransi bekerja dan mereka menghasilkan uang? Atau anda tetap menganggap bahwa asuransi merupakan produk tipu – tipu belaka?

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This