Ada 1 kata yang tak mungkin tidak terlontar dari ucapan seorang agen asuransi saat melakukan prospek atau presentasi produk, yakni : Resiko. Pada artikel ini, kita akan mengenal contoh resiko dalam kehidupan Frane Selak, seorang guru musik asal Kroasia yang mengalami sejumlah resiko hingga mengancam keselamatan nyawanya.

Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Dalam bidang asuransi, risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan ketidakpastian, di mana jika terjadi suatu keadaan yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan suatu kerugian. – Wikipedia

Frane Selak dikabarkan selamat dari serangkaian resiko yang mengancam keselamatan jiwanya di bawah ini:

 

Ia selamat dari kecelakaan kereta api pada tahun 1962

Pada waktu itu ia sedang berada dalam perjalanan kereta api dari Sarajevo menuju Dubrovnik. Tiba – tiba kereta api mengalami gangguan teknis yang menyebabkan terjadinya kecelakaan dan terjatuh ke air. Frane Selak berhasil selamat dan berenang ke tepian dengan luka ringan sementara penumpang lainnya tewas dalam kecelakaan tersebut.

 

Ia selamat dari kecelakaan pesawat

Kurang lebih 40 tahun berselang sejak kecelakaan kereta api pada tahun 1962, Frane Selak kembali mengalami kecelakaan pesawat ketika ia sedang dalam perjalanan udara meninggalkan kota Rica. Tiba – tiba kedua mesin pesawat mengalami gangguan teknis dan mengalami kecelakaan ketika pesawat sedang berada di  udara. Tak disangka pintu pesawat terbuka dan Frane Selak terlempar keluar pesawat tanpa perlengkapan keamanan. Ia kembali selamat dengan mendarat di tumpukan jerami sementara kecelakaan tersebut menewaskan 19 penumpang pesawat.

 

Ia selamat dari kecelakaan bus

Selang 2 tahun, ia kembali melakukan perjalanan dengan moda transportasi bus. Saat itu bus yang mengalami gangguan teknis dan kehilangan kendali mengalami kecelakaan hingga jatuh ke jurang. Beberapa penumpang tewas, namun tidak dengan Frane Selak

 

Ia selamat dari kecelakaan mobil pribadi

Antara takut atau trauma dengan transportasi umum. Frane Selak memutuskan untuk melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadinya. Pada tahun 1970, mesin mobil Frane Selak meledak ketika ia sedang dalam perjalanan. Beruntung ia berhasil menyelamatkan diri tepat sebelum mobilnya meledak.

 

Ia selamat dari kecelakaan mobil pribadi (lagi)

Tiga tahun setelahnya, Frane Selak kembali mengalami kecelakaan mobil pribadi pada tahun 1970. Gangguan teknis pada mobil pribadinya menyebabkan mobil tersebut terbakar. Kali ini api menyambar keluar dari ventilasi AC. Lagi, Frane Selak berhasil menyelamatkan diri tepat sebelum mobilnya meledak.

 

Ia selamat dari kecelakaan di tahun 1995 dan 1996

Pada tahun 1995 dan 1996, ia mengalami kecelakaan yang cukup fatal. Pada tahun 1995 ia tertabrak oleh bus namun tetap selamat. Pada tahun 1996, ia mengalami kecelakaan dan mobil yang ia kendarai terjun bebas ke dasar jurang. Namun, ia kembali selamat dengan melompat keluar mobil pada saat yang tepat sehingga ia tidak berakhir di dasar jurang sedalam 300 kaki dan meledak

Terlepas dari fakta atau fiksi dari peristiwa yang dialami oleh Frane Selak, kita harus mengakui bahwa resiko itu ada, tanpa direncanakan, diprediksi, dan menghampiri ketika waktunya tiba. Resiko cenderung tidak bisa dihindari, namun kita dapat meminimalisir dampak finansial yang ditimbulkan oleh resiko tersebut dengan melakukan beberapa hal seperti membeli asuransi sejak dini.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This