Bagi mereka yang belum memiliki maupun mengenal asuransi terlebih lagi asuransi jiwa, tentu istilah Uang Pertanggungan terdengar begitu asing di telinga. Hal ini mengingatkan saya pada cerita di bawah ini:

saya pernah ditawari produk asuransi jiwa oleh salah satu agen asuransi. Dia kemudian meminta berapa Uang Pertanggungan yang saya harapkan.  Dia pun menawarkan nominal Uang Pertanggungan yang cukup fantastis nilainya bagi saya. Apakah itu tidak terlalu berlebihan?

Dalam Polis asuransi jiwa, Uang Pertanggungan merupakan suatu nominal yang sangat penting dan wajib diperhatikan serta dihitung secara seksama. Sebab bila tidak, asuransi jiwa yang dibeli kemungkinan akan gagal dalam menjalankan tugasnya serta membuat apa perencanaan keuangan anda menjadi berantakan.

Sebelum membahas cara menghitung Uang Pertanggungan dalam asuransi jiwa secara rinci, ada baiknya bagi kita untuk memahami apa itu Uang Pertanggungan.

Apa itu Uang Pertanggungan?

Uang Pertanggungan merupakan nominal yang dibayarkan oleh Penanggung atau Perusahaan Asuransi ketika Tertanggung mengalami resiko tutup usia, sehingga Uang Pertanggungan akan menggantikan penghasilan yang hilang akibat Tertanggung yang mengalami resiko tutup usia

Untuk lebih jelasnya mari lihat tabel di bawah ini:

tuan asmur bekerja sebagai pegawai BUMN yang memiliki penghasilan Rp. 60,000,000 per tahun dengan pengeluaran Rp. 60,000,000. Pengeluaran tersebut sudah termasuk tabungan, uang dapur, angsuran, cicilan, hutang dan pengeluaran rutin lainnya. 

Namun ia mengalami resiko tutup usia ketika ia berusia 46 sehingga keluarganya tak lagi mendapat penghasilan untuk membayar pengeluaran rutin tersebut.

TahunPenghasilanPengeluaranSelisih
3560.000.00060.000.000
3660.000.00060.000.000
3760.000.00060.000.000
3860.000.00060.000.000
3960.000.00060.000.000
4060.000.00060.000.000
4160.000.00060.000.000
4260.000.00060.000.000
4360.000.00060.000.000
4460.000.00060.000.000
4560.000.00060.000.000
4660.000.000(60.000.000)
4760.000.000(60.000.000)
4860.000.000(60.000.000)
4960.000.000(60.000.000)
5060.000.000(60.000.000)
5160.000.000(60.000.000)
5260.000.000(60.000.000)
5360.000.000(60.000.000)
5460.000.000(60.000.000)
5560.000.000(60.000.000)
Total660.000.0001.260.000.000(600.000.000)

Pada tabel diatas, pengeluaran tuan asmur tetap berlangsung sekalipun tuan asmur sudah tidak menghasilkan lagi. Keluarga tuan asmur memiliki opsi dan pertimbangannya masing – masing:

  • Istri wajib menjadi tulang punggung tumpuan keluarga
  • Likuidasi asset dan harta agar dapat bertahan hidup
  • Menurunkan gaya hidup (menunda pendidikan, mengurangi rekreasi, dsb)

Berikut ini merupakan dampak yang mungkin terjadi atas 3 opsi diatas:

Istri / pasangan wajib menjadi tulang punggung tumpuan keluarga

Salah satu opsi yang bisa diterapkan ialah dengan menjadiikan Istri sebagai tulang punggung tumpuan keluarga. Hal ini seringkali menjadi solusi sementara yang akan menghadapkan mereka ke pertanyaan kedua:

  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar istri memiliki penghasilan yang setara dengan tuan asmur?

Likuidasi asset dan harta agar dapat bertahan hidup

Opsi lainnya ialah dengan melakukan likuidasi asset dan harta agar dapat bertahan hidup. Jika anda membutuhkan uang dalam jangka waktu singkat, tentu anda akan menggunakan harga serendah – rendahnya untuk mendapatkan uang tersebut. Bukan tidak mungkin anda malah menjual asset dan harta serta menanggung beberapa kerugian finansial demi mendapatkan uang dalam jangka waktu yang singkat.

Menurunkan gaya hidup

Meningkatkan gaya hidup lebih mudah bila dibandingkan dengan menurunkan gaya hidup. Menurunkan gaya hidup berarti anda akan mengurangi kegiatan atau aktifitas yang dirasa tidak perlu atau malah menunda biaya pendidikan dan les sang buah hati. Apapun dilakukan demi menurunkan angka pengeluaran.

Uang Pertanggungan akan berfungsi “menambal” penghasilan tuan asmur yang hilang mulai sejak ia berusia ke 46 tahun hingga 55 tahun, sehingga keluarga tuan asmur tidak perlu menjual asset dan harta yang dimiliki serta menurunkan biaya hidup setelah tuan asmur tiada. Inilah sebabnya mengapa anda wajib menghitung Uang Pertanggungan yang akan disiapkan secara teliti dan bijaksana.

Tweet diatas sungguh benar adanya. Bila menggunakan keuangan tuan asmur, Uang Pertanggungan Rp. 150,000,000 hanya mampu menafkahi keluarga tuan asmur selama 2 tahun.

Lalu bagaimana solusinya?

Solusinya ialah dengan menghitung Uang Pertanggungan sehingga Uang Pertanggungan tersebut dapat menggantikan pemasukan tuan asmur dengan menyimpannya dalam Deposito. Deposito merupakan produk perbankan yang memberikan Return of Investment (ROI) secara bulanan berdasarkan bunga yang telah disepakati seperti di bawah ini:

asuransimurni.com Cara menghitung Uang Pertanggungan dalam asuransi jiwa deposito BCA

Tuan asmur memiliki penghasilan Rp. 5,000,000 per bulan, sehingga ia membutuhkan Uang Pertanggungan sebesar Rp. 1,043,478,261. Bila dihitung menggunakan produk Maestro Infinite Protection dengan masa perlindungan hingga 100 tahun serta manfaat Dana Pensiun sebesar 20% dari Uang Pertanggungan, maka tuan asmur wajib membayar Premi tahunan sebesar Rp. 16.612.174 per tahun selama 10 tahun.

RincianNominal
Penghasilan per tahun60.000.000
Bunga deposito5,75
Uang Pertanggungan yang dibutuhkan1.043.478.261

Uang Pertanggungan hanya bisa diklaim ketika Tertanggung mengalami resiko tutup usia. Dengan demikian, ketika Uang Pertanggungan diatas telah cair, maka Ahli Waris / Termaslahat dapat mengalokasikan uang tersebut ke Deposito BCA dengan bunga 5,75%, sehinggga ROI dari deposito tersebut dapat memberikan penghasilan Rp. 60,000,000 per tahun atau Rp. 5,000,000 per bulan, setara dengan pemasukan tuan asmur sebelum ia mengalami resiko tutup usia. 

Uang Pertanggungan yang dibutuhkan tersebut dapat dipengaruhi oleh bervariasi tinggi / rendahnya bunga Deposito tiap Bank.

Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk bijak dalam membuat perencanaan keuangan serta menentukan Uang Pertanggungan yang dibutuhkan.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This