Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memulai investasi. Salah satu jenis investasi yang akan dibahas dalam artikel ini ialah Investasi Reksadana. Saya akan membagikan pengalaman saya dalam membeli atar memulai investasi reksadana melalui Bank.

Tahukah anda kalau investasi reksadana dapat dimulai hanya dengan uang Rp. 100,000 ?

Berikut ini beberapa langkah yang saya lakukan ketika memulai atau membeli investasi reksadana secara mudah dan praktis:

Kunjungi Bank yang menjual reksadana

Beberapa minggu lalu saya pergi mengunjungi salah satu Kantor Cabang Pembantu bank BCA Bina Nusantara dengan membawa beberapa dokumen penting seperti KTP, Buku Tabungan, dan NPWP. Saya memutuskan untuk membeli di Bank BCA Karena saya sudah lama menjadi nasabah Bank BCA serta kantor cabangnya yang mudah ditemukan.

Untuk mengetahui bank apa saja yang menjual reksadana, anda mungkin ingin menghubungi Bank yang diinginkan dan konfirmasi terlebih dahulu.

Setibanya saya disana, saya langsung menghubungi satpam untuk mendapatkan nomor antrian. Saat nomor antrian saya dipanggil oleh bagian Customer Service (CS), saya langsung menyampaikan keinginan saya untuk membeli ataupun memulai investasi reksadana.

Bank BCA ingin mengenal profil saya sebelum memulai investasi reksadana

Selanjutnya, CS tersebut mengeluarkan beberapa formulir serta meminta data dan identitas saya. Data dan identitas tersebut digunakan untuk membuka rekening reksadana. Rekening ini wajib dimiliki sebelum memulai berinvestasi.

Setelah mengisi formulir untuk pembukaan rekening reksadana tersebut, saya diminta untuk mengisi formulir yang digunakan untuk profiling investor seperti apakah saya. Saya dihadapkan kepada beberapa pertanyaan untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman saya seputar dunia investasi reksadana.

Berikut ini beberapa pertanyaan yang diajukan dalam formulir profiling investasi reksadana:

    • Dalam jangka waktu berapa lama anda akan menikmati hasil investasi?
  • Apakah anda berkenan mengalami kerugian dalam jangka waktu dekat untuk keuntungan besar dalam jangka waktu panjang?

dan banyak lagi pertanyaan lainnya.

Pilih jenis investasi reksadana yang sesuai dengan profil dan resiko

Selanjutnya, Bank memberikan saya kinerja investasi reksadana yang dijual oleh Bank. Kalian bisa melihat kinerja investasi tersebut melalui gambar di bawah ini:

asuransimurnicom investasi reksadana BCA

Setelah mengisi formulir profiling dan sedikit menganalisis kinerja reksadana yang ditawarkan berdasarkan gambar tersebut, kemudian saya dapat menentukan reksadana seperti apa yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan saya. Untuk keperluan diversifikasi, saya memilih 3 jenis investasi, yakni:

    • Reksadana Pasar uang dengan resiko ringan,
    • Reksadana Campuran dengan resiko menengah,
    • Reksadana Saham dengan resiko agresif.

3 proses diatas hanya membutuhkan waktu 1 hari kerja. Selanjutnya saya hanya perlu melakukan topup secara rutin setiap bulannya dengan menyisihkan beberapa persen dari penghasilan yang diterima setiap bulannya.

Selamat mencoba dan memulai investasi sejak dini yah!

Ups, pada akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan BNI Sekuritas dan memindahkan saldo investasi saya dari Bank BCA ke BNI Sekuritas dengan pertimbangan yang dapat dibaca melalui artikel ini.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This