Tulisan ini masih membahas tentang kehidupan, uang, dan masa depan. Saya pernah menemui beberapa orang yang takut dengan masa depan dan enggan membahasnya saat ini karena beliau sedang hidup di hari ini. Apa dan yang akan terjadi di masa depan, itu perkara nanti. Berbeda dengan saya yang cenderung melihatnya sebagai “nanti bagaimana” sehingga bisa mempersiapkannya sedini mungkin.

“Masa pensiun merupakan suatu masa dimana anda akan dipaksa mengeluarkan banyak uang”

Apakah anda setuju dengan pernyataan diatas?

Bila tidak, anda mungkin ingin melihat data di bawah ini:

asuransimurnicom proyeksi penerimaan pengeluaran masa pensiun

Saya kira kita semua sama. Kita memiliki penghasilan, kemudian membayar cicilan, mempunyai tunggakan, memiliki hutang, dan pada saat yang sama diwajibkan pula untuk menabung. Demikian pula dengan Tuan Asmurcom (bukan nama sebenarnya).

Gambar diatas menceritakan bapak Asmurcom yang berusia 28 tahun memiliki penghasilan Rp. 5,000,000 per bulan atau setara dengan Rp. 60,000,000 per tahun. Ia memiliki tanggungan, angsuran, cicilan, tagihan, sehingga wajib mengeluarkan uang rutin sebesar Rp. 4,000,000 per bulan yang setara dengan Rp. 48,000,000 setahun. Selisihnya yakni Rp. 2,000,000 per bulan yang setara dengan Rp.24,000,000 setahun.

Maka, di tahun pertama ia mampu menghemat Rp. 12,000,000. Ia menyimpannya di kolong tempat tidur, maupun di celengan sehingga uangnya tidak susut dikenakan biaya admin oleh Bank. Tuan Asmurcom tidak mengerti bagaimana caranya investasi dan tidak ingin pula uangnya dikenakan biaya admin bank.

Mengapa anda harus mempersiapkan masa pensiun dengan bijaksana? inflasi bank indonesia

https://www.bi.go.id/id/moneter/inflasi/data/Default.aspx

Tuan Asmurcom mendapat kenaikan gaji yang cukup minim, yakni sekitar 5% per tahun, sementara kenaikan suku bunga atau inflasi berkisar 8% setiap tahunnya. Di usianya yang ke 29, penghasilan Tuan Asmurcom bertambah Rp. 3,000,000 sementara pengeluarannya bertambah Rp. 3,840,000. Di tahun kedua ini, ia terpaksa mengalami defisit sehingga ia hanya bisa menabung Rp. 11,160,000 yang jumlahnya susut Rp. 840,000. Namun tuan Asmurcom tetap bersyukur ia masih bisa menabung.

Selamat ulang tahun, tuan Asmurcom!

Hari demi hari berlalu, tahun berganti tahun. Tiba saatnya tuan Asmurcom berusia 35 tahun. Kini ia memiliki penghasilan Rp. 84,000,000 per tahun dengan total pengeluaran hingga Rp. 82,263,565. Itu artinya pengeluaran Tuan Asmurcom 97% dari total penghasilannya! Namun tuan Asmurcom masih tetap bersyukur ia masih bisa menabung sekalipun nominal yang disimpan jauh berkurang dibandingkan ketika ia berusia 28 tahun.

Perubahan mulai terjadi saat tuan Asmurcom berusia 36 tahun. Uang yang harus dibayarkan melebihi dari uang yang ia hasilkan. Tuan Asmurcom bersyukur kalau ia hanya defisit Rp. 197,323 dan ini bisa ditambal oleh seluruh tabungannya yang kini mencapai nilai Rp. 62,388,406. Tuan Asmurcom dan sekeluarga masih belum bisa bernafas lega.

Tuan Asmurcom tidak mendapat promosi. Ia hanya menerima kenaikan gaji seperti biasanya, yakni 5%. Ia harus lapang dada menerima kehidupannya yang lebih besar pasak daripada tiang. Menurunkan atau mengubah gaya hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dilakukan.

Tuan Asmurcom bingung. Ia memiliki tagihan Rp. 95,952,222 per tahun yang harus dibayar dengan Rp. 93,079,693. Kembali tabungannya harus tergerus Rp. 2,872,579 yang disebabkan penghasilannya tidak cukup melunasi tagihan dan biaya hidup tersebut.

Perlahan tapi pasti, tabungan tuan Asmurcom tergerus.

Memasuki usianya yang ke 42, tuan Asmurcom sama sekali tidak memiliki tabungan sementara pengeluarannya semakin membengkak. Pengeluaran itu tak mampu diimbangi oleh penghasilan yang ia terima. Di usianya 42 tahun dengan tagihan menggunung, terlalu riskan baginya untuk resign dan mencari pekerjaan baru demi penghasilan yang lebih tinggi. Ia pun takut untuk berwirausaha. Mau tidak mau, ia harus menurunkan biaya hidup, mengencangkan ikat pinggang dan hidup hemat.

Hal ini akan menimbulkan pertanyaan baru bagi kita semua.

Bagaimana nasib tagihan, angsuran, cicilan, tunggakan, dan hutang yang melilit tuan Asmurcom?

Dengan situasi dan kondisi finansial seperti diatas, tuan Asmurcom hanya bisa menikmati “hidup enak” sejak ia berusia 28 tahun hingga 42 tahun. Masih ada sisa 13 tahun sebelum akhirnya ia pensiun. Ia harus mengambil langkah segera sebelum keluarga dan rumah tangga menjadi taruhannya.

Bagaimana nasib kami Pegawai Negeri Sipil dengan masa pensiun yang telah dijamin oleh negara?

Tidak sulit menjawab pertanyaan diatas. Anda dapat menghitung proyeksi penerimaan diatas melalui tautan berikut ini.

Tidak ada pekerjaan yang menjamin masa pensiun anda akan sejahtera, karena setiap orang pasti akan mengalami masa pensiun masing – masing. Namun anda dapat memilih dan menentukan masa pensiun anda seperti apa nantinya. Semoga artikel ini menjadi pengingat bagi pembaca dan mulai mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang.

Bila membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk menghubungi kami melalui tautan berikut ini.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This